Analisa Kestabilan Transien PLTMH Waeroa Terinterkoneksi SUTM 20 KV Penyulang Golewa

Authors

  • Acintyani Minciana Dharma Universitas Nusa Cendana
  • Frans J. Likadja Universitas Nusa Cendana
  • Agustinus S. Sampeallo Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.35508/jtekel.v3i1.369

Keywords:

✔ Kestabilan Transien ✔ Tegangan, Frekuensi ✔ Sudut Tegangan Bus ✔ ETAP 19.0.1

Abstract

This study analyzes the transient stability of the 385 kW Waeroa Micro-hydro Power Plant (PLTMH) interconnected through the 20 kV Golewa Feeder Medium Voltage Overhead Line (SUTM), to ensure the reliability of the power system operated by PT. PLN (Persero) ULP Bajawa. The study modeled the 20 kV Golewa Feeder distribution network and simulated transient stability under a three-phase short-circuit disturbance using ETAP 19.0.1, for daytime and nighttime conditions before and after PLTMH interconnection. Results show that before the PLTMH was connected, the bus voltage remained stable at 20 kV, the frequency stayed at 100% (50 Hz), and the bus voltage angle was stable at -0.49°, in both conditions. After connection, the bus voltage remained stable at 20 kV, the frequency oscillated in a damped pattern between 100.45% (50.225 Hz) and 99.63% (49.815 Hz) before returning to 100%, while the bus voltage angle decreased to -0.27° in daytime and -0.15° at night before stabilizing near -0.43° to -0.44°. All parameters returned to steady-state within a short time, indicating that the PLTMH Waeroa interconnection does not compromise the transient stability of the Golewa Feeder distribution system.

 

ABSTRAK

Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap PLTMH Waeroa berkapasitas 385 kW yang terinterkoneksi melalui SUTM 20 kV Penyulang Golewa, sehingga diperlukan kajian kestabilan transien untuk menjamin keandalan sistem tenaga listrik. Penelitian dilakukan dengan memodelkan sistem jaringan distribusi 20 kV Penyulang Golewa dan melakukan simulasi kestabilan transien menggunakan perangkat lunak ETAP 19.0.1 berdasarkan data teknis dari PT. PLN (Persero) ULP Bajawa. Hasil simulasi menunjukkan pada kondisi siang hari sebelum PLTMH terkoneksi, hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan bus stabil pada 20 kV, frekuensi bus tetap pada 100% (50 Hz), serta sudut tegangan bus stabil pada –0,49°. Pada kondisi siang hari sesudah PLTMH terkoneksi, tegangan bus stabil pada 20 kV, frekuensi bus awalnya berada pada 100% (50 Hz), kemudian berosilasi dengan nilai maksimum 100,45% (50,225 Hz) dan nilai minimum 99,63% (49,815 Hz), sementara sudut tegangan bus mengalami penurunan ke nilai -0.15, kemudian kondisi stabil pada akhir simulasi sekitar –0,44°. Pada kondisi malam hari sebelum PLTMH terkoneksi, tegangan bus stabil pada 20 kV, frekuensi bus tetap pada 100% (50 Hz), serta sudut tegangan bus stabil pada –0,49°. Pada kondisi malam hari sesudah PLTMH terkoneksi, tegangan bus stabil pada 20 kV, frekuensi bus awalnya berada pada 100% (50 Hz), kemudian berosilasi dengan nilai maksimum 100,45% (50,225 Hz) dan nilai minimum 99,63% (49,815 Hz), sementara sudut tegangan bus mengalami penurunan ke nilai -0.15, kemudian kondisi stabil pada akhir simulasi sekitar –0,44°.

Published

2026-08-20

How to Cite

Dharma, A. M., Likadja, F. J., & Sampeallo, A. S. (2026). Analisa Kestabilan Transien PLTMH Waeroa Terinterkoneksi SUTM 20 KV Penyulang Golewa. JTekEL: Jurnal Teknik Elektro, 3(1), 42–53. https://doi.org/10.35508/jtekel.v3i1.369

Issue

Section

Articles